kpu.singkawangkota.go.id

Kotak Pesan

Email:
Perihal:
Pesan:
Berapa Jumlah Mata Orang Normal?
Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Senin, 08 April 2019 22:38

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI nomor 580/PL.02.1-SD/01/KPU/1V/2019, perihal tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 20/PUU-XVII/2019, pengurusan dokumen pindah memilih (Form A.5) dengan keadaan tertentu, yakni menjalankan tugas pada saat pemungutan suara dengan dibuktikan surat penugasan.

“Sebelumnya dalam SE nomor 577 hanya menyebutkan keadaan tertentu menjalankan tugas pada saat pemungutan suara saja. Nah, dalam SE 580, orang yang ingin mengurus pindah memilih karena tugas, harus dapat menunjukkan surat penugasannya,” kata Umar Faruq, Anggota KPU Kota Singkawang Divisi Data dan Informasi, Kamis (4/4/2019) pagi.

Dalam putusan MK tersebut, pengurusan dokumen pindah memilih diperpanjang hingga H-7 atau tepatnya pada 10 April 2019.

Keadaan tertentu selain karena menjalankan tugas pada saat pemungutan suara dengan dibuktikan surat penugasan, yakni mengalami sakit, tertimpa bencana alam, atau menjadi tahanan karena melakukan tindak pidana.

“Kami membuka Posko Layanan Pindah Memilih ini sampai tanggal 10 April 2019, berakhir pukul 16.00 WIB. Pengurusan pindah memilih selain salah satu dari empat keadaan tertentu tersebut, tidak bisa kami terbitkan Form A.5-nya. Karena masa akhir pelayanan A.5 dengan sembilan keadaan tertentu, sudah selesai pada 17 Maret 2019 yang lalu,” terang Umar

Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Senin, 08 April 2019 22:37

Rabu (13/3/2019), KPU Kota Singkawang hadir dalam giat pemindaian iris mata warga binaan Lapas Klas IIB Singkawang, yang dilaksanakan oleh Disdukcapil Kota Singkawang.

Kegiatan ini atas inisiasi bersama antara KPU, Lapas, Disdukcapil, dan Bawaslu. Tujuannya tidak lain untuk menyukseskan Pemilu 2019. Di mana warga binaan yang identitasnya tidak lengkap, dipindai untuk mengetahui apakah telah melakukan perekaman KTP-el sebelumnya atau belum pernah sama sekali.

Penting bagi kami bahwa setiap WNI termasuk yang ada di Lapas, walaupun dari mana mereka berasal untuk dilindungi hak memilihnya.

Pemilih dalam pemilu kita berbasis administrasi kependudukan. Dengan kata lain, WNI yang memenuhi syarat dan masuk dalam daftar pemilih dibuktikan dengan identitas kependudukan.

Di Lapas, rata-rata warga binaan tidak memiliki atau membawa identitasnya. Inilah tantangan bagi kami, di saat ada warga binaan yang identitasnya sulit untuk diidentifikasi melalui mekanisme kerja penyelenggara, sementara hak pilih mereka harus dilindungi.

Maka dari itu, kami menggandeng instansi terkait untuk melakukan pemindaian. Dari sini kita dapat mengetahui, kalaupun semisal ada warga binaan yang menuliskan namanya dengan nama panggilan sementara identitasnya tidak lengkap, akan diketahui secara jelas identitasnya selama dalam pemindaian teridentifikasi telah melakukan perekaman sebelumnya.

Tidak hanya untuk urusan mengetahui identitas mereka apakah sudah merekam atau belum, tetapi juga untuk kepentingan warga menggunakan hak memilihnya.

Tidak semua yang ada di Lapas beralamat di daerah setempat, tapi juga ada yang berasal dari luar kelurahan, kecamatan, antar kabupate/kota hingga provinsi. Bagi warga Lapas yang elemen datanya sudah lengkap alias identitasnya jelas dan setelah dilakukan pengecekan telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), maka KPU dapat menerbitkan formulir pindah memilih (A.5).

Sementara yang belum terdaftar, masuk dalam kategori daftar pemilih khusus (DPK). Berdasarkan regulasi, pemilih DPK dapat menggunakan hak memilihnya sesuai alamat asal yang tertera di KTP-el.

Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Senin, 08 April 2019 22:34

Sekitar belasan tahun lalu, diketahui permukiman warga transmigrasi di Satuan Permukiman (SP) 2 Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, tidak pernah mendapatkan sosialisasi tentang kepemiluan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Hal itu diungkapkan salah satu warga SP 2 yang juga sebagai Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Kelurahan Pangmilang, Imam Syafi’i.

“Kira-kira belasan tahun, baru kali ini KPU datang sosialisasi ke tempat kami. Kami merasa senang dan berterima kasih atas kedatangan anggota KPU Kota Singkawang,” ungkapnya saat anggota KPU Kota Singkawang menggelar sosialisasi kepemiluan di Musala Nurul Jannah, RT 12, Blok F, SP 2, Jumat (15/3/2019) siang.

Kehadiran anggota KPU bersama Relawan Demokrasi (Relasi) di SP 2 saat pengajian rutin jemaah majelis taklim Muslimat NU, menjadi momen berharga bagi masyarakat setempat. Terang saja, selain pertama kalinya pihak KPU Singkawang hadir di sana, warga juga berkesempatan untuk mendapatkan informasi tentang kepemiluan.

Dalam pertemuan itu, antusiasme warga cukup tinggi bertanya berbagai informasi, khususnya seputar Pemilu 2019 yang tidak lama lagi akan diselenggarakan, tepatnya 17 April 2019.

Di antara pertanyaan jemaah majelis taklim, terkait cara menggunakan hak memilih, pindah memilih, siapa saja yang menjadi peserta pemilu, dan lain sebagainya.

Anggota KPU Kota Singkawang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Khairul Abror menyampaikan, bahwa peserta pemilu dalam Pemilu 2019 terdiri dari pasangan capres-cawapres, partai politik dan perseorangan (calon anggota DPD).

“Untuk capres-cawapres dan DPD, surat suaranya terdapat foto calon. Sementara partai politik yakni calon legislatif tanpa foto calon,” terangnya.

Menurut dia, sangat penting diketahui bagi setiap masyarakat, bahwa pemilu saat ini berbeda dari pemilihan-pemilihan sebelumnya. Di mana pemilu dilaksanakan secara serentak dengan mencoblos lima surat suara yang berbeda.

“Nah, Pemilu 2019 ini ada lima surat suara. Surat suara capres-cawapres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Sosialisasi ini kami selain sebagai pendidikan politik, juga agar masyarakat mengetahui dan bisa membedakan masing-masing surat suara,” jelas Abror.

KPU Kota Singkawang sejak beberapa pekan lalu gencar melakukan sosialisasi ke berbagai wilayah, terutama daerah pinggiran dan daerah yang diidentifikasi sulit untuk mendapatkan akses informasi.

Sebagaimana diketahui, SP 2 adalah salah satu daerah yang jauh dari pusat kota, dan untuk menuju ke sana, akses jalannya kurang baik.

“Dalam Pemilu 2019, kami KPU Kota Singkawang memang gencar melakukan sosialisasi. Tidak hanya KPU, PPS, PPK dan Relasi juga ikut mengefektifkan sosialisasi tentang kepemiluan ke masyarakat. Salah satu fokus kami adalah wilayah pinggiran ataupun daerah yang menurut kami akses informasinya sulit. Makanya, kami turun langsung untuk sosialisasi ke masyarakat,” kata Anggota KPU Kota Singkawang Divisi Data dan Informasi, Umar Faruq.

Dengan dilakukannya sosialisasi ke pemukiman-pemukiman warga, KPU Singkawang berharap partisipasi pemilih di Singkawang meningkat. Pada pemilu sebelumnya, tingkat partisipasi di Singkawang mencapai 62,5 persen.

“Kami berharap dengan sosialisasi-sosialisasi langsung ke masyarakat, para pemilih nantinya tidak golput. Kami juga mengharapkan semua pihak andil dalam menyampaikan informasi-informasi kepemiluan dan mengajak masyarakat lainnya untuk datang ke TPS di hari H untuk menggunakan hak pilihnya,” tutur Umar.

Kegiatan sosialisasi di SP 2 Pangmilang juga dihadiri tokoh masyarakat, pemuka agama dan anggota Babinsa setempat.

Sebelumnya, KPU Kota Singkawang juga telah melasanakan sosialisasi serupa di wilayah pinggiran, Parinto, Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur.

Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Senin, 08 April 2019 22:35

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang bersama Relawan Demokrasi (Relasi), PPK dan PPS menggelar sosialisasi tentang kepemiluan kepada warga dan para tetua ada adat di Parinto, Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Kamis (14/3/2019) siang.

Anggota KPU Kota Singkawang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Khairul Abror mengatakan, dalam melakukan sosialisasi, pihaknya juga menyasar daerah-daerah yang terbilang daerah pinggiran. Di mana akses untuk menuju ke sana relatif sulit, dan jaringan informasi yang tidak semudah bagi warga di perkotaan.

“Daerah pinggiran ini menjadi salah satu prioritas kami untuk sosialisasi sehingga setiap warga Singkawang termasuk mereka yang ada di pinggiran, bisa mendapatkan infomasi dengan baik,” ujarny.

Dalam sosialisasi, Abror menyampaikan, ada tiga kategori peserta pemilu di Pemilu 2019. Yakni capres-cawapres, DPD, dan legislatif.

“Ada dua pasangan calon capres dan cawapres dalam Pemilu 2019 ini. Pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf dan 02 Prabowo-Sandi. Calon anggota DPD ada 20. Sementara legislatif tiga kategori, RI, provinsi dan kota,” sebutnya.

Anggota KPU Kota Singkawang Divisi Data dan Informasi, Umar Faruq menambahkan, saat ini KPU masih membuka Posko Layanan Pindah Memilih di kantor KPU, Jalan DR Sutomo, Pasiran, Singkawang Barat. Kepada warga ia menyampaikan, apabila ada dari warga setempat yang ingin pindah memilih untuk segera mengurus.

“Pengurus pindah memilih ini paling lambat tanggal 17 Maret 2019 pukul 16.00 WIB. Jadi kalau ada yang ingin pindah memilih, langsung datang saja ke kantor kami dengan membawa fotocopy KTP-el dan KK. Syaratnya, yang bersangkutan sudah terdaftar dalam DPT,” terangnya.

Terkait warga yang belum terdaftar dalam DPT, Umar menegaskan, warga tetap bisa menggunakan hak memilihnya. Kategori pemilihnya sebagai daftar pemilih khusus (DPK).

“Jadi nanti tanggal 17 April 2019, langsung datang saja ke TPS sesuai alamat RT yang tertera di KTP-el bersangkutan. Pemilih wajib menunjukkan KTP-elnya. Penggunaan hak memilihnya di atas pukul 12.00 sampai 13.00,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PPK Singkawang Timur, Andreas Aan juga menyosialisasikan kepemiluan dengan menggunakan bahasa Dayak, bahasa mayoritas warga setempat.

Digunakannya bahasa lokal dalam sosialisasi, agar informasi tentag kepemiluan lebih mudah dipahami oleh warga di sana

Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Senin, 08 April 2019 22:32

Ketua adat Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Suwardi YF Tokey, mengharapkan Pemilu 2019 nantinya bisa terselenggara dengan lancar.

Hal itu ia ungkapkan di sela kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh KPU Kota Singkawang bersama Relawan Demokrasi (Relasi), PPK Singkawang Timur, dan PPS Mayasopa, Kamis (14/3/2019) lalu, di kediamannya di Parinto.

“Mudah-mudahan semuanya lancar, terutama keamanan. Segala-galanya berjalan baik,” ujar Suwardi.

Ia mengatakan, dengan diadakannya sosialisasi pemilu, diharapkan masyarakat bisa lebih mengetahui tentang pendidikan politik. Sehingga pada hari pencoblosan kelak, 17 April 2019, datang untuk menggunakan hak memilihnya.

“Masyarakat semuanya mudah-mudahan sudah tahu hari besarnya demokrasi. Kalau saya rasa di Kelurahan Mayasopa ini, rasanya biasanya tidak ada sih yang golput,” katanya.

Sebagai ketua adat yang baru saja dilantik, Surwardi mengungkapkan dirinya bersama para tetua adat yang lain, ikut berpartisipasi menyosialisasikan pemilu terutama agar masyarakat tidak golput.

“Itu sering kita menyampaikan, jangan sampai golput,” ucapnya.

“Kalau memang kita selalu (golput) begitu, seolah-olah kita masih dalam tidak mempercayai siapa yang akan menjadi pemimpin kita. Golput itu bukan jadi pilihan,” timpal Suwardi.

Berkenaan beda pilihan, menurut Suwardi, hal itu menjadi sesuatu yang biasa bagi masyarakat Mayasopa. Perbedaan pilihan masing-masing saling menghormati.

“Setiap pilihan terserah masing-masing. Jangan sampai ribut. Tetap menjaga perbedaan. Kalau di sini beda pilihan, dari dulu-dulunya tidak pernah ada ribut,” tuturnya.

Menuju Pilkada Kota Singkawang

KPU Kota Singkawang

KPU KOTA SINGKAWANG