kpu.singkawangkota.go.id

Kotak Pesan

Email:
Perihal:
Pesan:
Berapa Jumlah Mata Orang Normal?
Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Selasa, 15 Januari 2019 14:35

KPU Kota Singkawang menargetkan partisipasi pemilih hingga 77 persen.

Maka dari itu, untuk mencapai target tersebut dibentuklah Relawan Demokrasi.

"Para Relasi nantinya akan menjadi mitra dari PPS, PPK, dan KPU itu sendiri," kata Ketua KPU Kota Singkawang, Riko, Senin (14/1/2019).

Pendaftaran Relasi dimulai pada 7-16 Januari 2019. ada 15 persyaratan untuk mengikuti Relasi.

Antara lain berusia minimal 17 tahun pada saat mendaftar, pendidikan minimal SLTA/sederajat, berdomisili di wilayah setempat, nonpartisan parpol, dan lain sebagainya.

“Persyaratan tersebut dibuktikan dengan fotocopy KTP, ijazah SLTA/sederajat, pas foto 4×6 sebanyak 4 lembar, surat pernyataan bersedia menjadi relawan, sudah terdaftar dalam DPT, bukan bagian dari penyelenggara, CV, dan lainnya,” sebut Riko.

Hasil seleksi Relasi akan diumumkan pada 17 Januari 2019. Yang terpilih nantinya akan mengikuti bimbingan teknis untuk mempersiapkan program-program sosialisasi kepada masyarakat.*



Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Kamis, 10 Januari 2019 13:20

SINGKAWANG, KPU Kota Singkawang – Sejak dibukanya pendaftaran Relawan Demokrasi (Relasi) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang pada 7-16 Januari 2019, calon relawan yang sudah mendaftar sebanyak 54 orang.

Antuasias masyarakat Singkawang memang sangat tinggi untuk ikut terlibat menjadi Relasi. Terbukti, meski masa pendaftaran masih dibuka hingga 16 Januari, namun yang mendaftar sudah hampir memenuhi jumlah maksimal.

“Ini membuktikan masyarakat kita tinggi keinginannya untuk berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu 2019. Masa pendaftaran sampai 16 Januari, yang akan kami rekrut sebanyak 55 orang, tapi yang mendaftar sudah 54 orang sampai saat ini,” ujar Ketua KPU Kota Singkawang, Riko, di Singkawang, Kamis (10/1/2019).

Riko menjelaskan, rekrutmen Relasi berdasarkan basis-basis pemilih, yakni basis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, pemilih penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, pemilih marginal, komunitas, keagamaan, dan warga internet (netizen).

Ada 15 persyaratan untuk mengikuti Relasi. Antara lain berusia minimal 17 tahun pada saat mendaftar, pendidikan minimal SLTA/sederajat, berdomisili di wilayah setempat, nonpartisan parpol, dan lain sebagainya.

“Persyaratan tersebut dibuktikan dengan fotocopy KTP, ijazah SLTA/sederajat, pas foto 4×6 sebanyak 4 lembar, surat pernyataan bersedia menjadi relawan, sudah terdaftar dalam DPT, bukan bagian dari penyelenggara, CV, dan lainnya,” sebut Riko.

Riko menerangkan, program Relasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pemilu. Selain itu, meningkatkan partisipasi pemilih, meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

“Dan membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam agenda pemilu dan demokrasi,” katanya.

Komisioner KPU Kota Singkawang yang membidangi sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM, Khairul Abror menambahkan, sebagaimana diketahui, tantangan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada Pemilu 2019 lebih berat karena semakin kompleksnya penyelenggaraan pemilu. Pemilih akan berhadapan dengan lima jenis surat suara di TPS.

“Butuh kecermatan pemilih untuk memastikan tata cara pemberian surat suara yang benar di TPS. Sosialisasi dan pendidikan pemilih yang lebih masif dan intensif juga dibutuhkan untuk menurunkan angka suara tidak sah atau invalid vote dalam pemilu,” ujar dia.

“Nah, program Relasi yang melibatkan masyarakat sipil ini adalah gerakan sosial yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilih. Relawan demokrasi ini, mereka akan menjadi pioneer demokrasi bagi komunitasnya,” tutur Abror. (*)

Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Senin, 14 Januari 2019 12:57

SINGKAWANG, KPU Kota Singkawang - Sebanyak 75 peserta mengikuti seleksi Relawan Demokrasi (Relasi) yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang di Kantor KPU Singkawang, Senin (14/1/2019) pagi.

KPU Kota Singkawang akan merekrut 55 orang hasil seleksi yang dibagi ke dalam 10 segmen basis pemilih. Yaitu, basis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, pemilih penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, pemilih marginal, komunitas, keagamaan, dan warga internet (netizen).

 

Ketua KPU Kota Singkawang, Riko mengatakan, program Relasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pemilu. Selain itu, meningkatkan partisipasi pemilih, meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

“Oleh karenanya, perekrutan Relasi ini untuk membantu menyosialisasikan tahapan pemilu hingga ke masyarakat secara menyeluruh,” ujar di sela proses seleksi.

KPU menargetkan partisipasi pemilih hingga 77 persen. Maka dari itu, untuk mencapai target tersebut dibentuklah Relawan Demokrasi. Para Relasi nantinya akan menjadi mitra dari PPS, PPK, dan KPU itu sendiri.

Pendaftaran Relasi dimulai pada 7-16 Januari 2019. ada 15 persyaratan untuk mengikuti Relasi. Antara lain berusia minimal 17 tahun pada saat mendaftar, pendidikan minimal SLTA/sederajat, berdomisili di wilayah setempat, nonpartisan parpol, dan lain sebagainya.

“Persyaratan tersebut dibuktikan dengan fotocopy KTP, ijazah SLTA/sederajat, pas foto 4×6 sebanyak 4 lembar, surat pernyataan bersedia menjadi relawan, sudah terdaftar dalam DPT, bukan bagian dari penyelenggara, CV, dan lainnya,” sebut Riko.

Hasil seleksi Relasi akan diumumkan pada 17 Januari 2019. Yang terpilih nantinya akan mengikuti bimbingan teknis untuk mempersiapkan program-program sosialisasi kepada masyarakat. (*)

Ditulis oleh RENDI
Diterbitkan pada Selasa, 08 Januari 2019 12:36

SINGKAWANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang memetakan, generasi milenial menjadi kategori pemilih paling besar jumlahnya dalam Pemilu 2019 berdasarkan klasifikasi usia daftar pemilih tetap (DPT).

 

Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Kota Singkawang, Umar Faruq mengatakan, lebih dari 35 persen pemilih dalam DPT Kota Singkawang merupakan generasi muda yang terlahir antara tahun 1980an sampai 2000. 

 

“Berdasarkan klasifikasi usia yang kami (KPU) petakan, pemilih dalam DPT Kota Singkawang itu jumlah terbesar yakni generasi milenial, lebih dari 35 persen. Pemilih dengan klasifikasi 20 tahun ke bawah ada 10,4 persen, usia 21-30 tahun ada 25 persen. Belum lagi klasifikasi usia 31-40 tahun, karena di sebagian usia ini masuk kategori milenial, maka jumlah pemilih generasi milenial itu hampir mendekati 40 persen,” ujarnya di Kantor KPU Kota Singkawang, Selasa (8/1/2019).

 

Umar merincikan, pemilih dengan klasifikasi 20 tahun ke bawah, termasuk pemilih di bawah 17 tahun dengan alasan sudah atau pernah menikah, itu ada 10,4 persen. Usia 21-30 tahun 25 persen, usia 31-40 tahun 23,7 persen.

 

“Usia 41-50 tahun ada 17,4 persen, usia 51-60 tahun ada 12,1 persen, dan pemilih dengan klasifikasi usia 60 tahun ke atas ada 11,5 persen,” sebutnya.

 

“Lebih rinci lagi, kalau berdasarkan akumulasi pemilih laki-laki dan perempuan, usia 20 tahun ke bawah ada 16.764 pemilih, usia 21-30 tahun 40.127 pemilih, usia 31-40 tahun ada 38.058 pemilih, usia 41-50 tahun 27.936 pemilih, usia 51-60 tahun 19.459 pemilih, dan usia 60 tahun ke atas ada 18.409 pemilih. DPT Kota Singkawang sebanyak 160.753 pemilih,” terang Umar.

 

Ia menuturkan, guna meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019, KPU Kota Singkawang terus menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat. Adapun upaya yang telah dilakukan, antara lain dengan sosialisasi ke pemilih pemula seperti di sekolah-sekolah, basis-basis komunitas warga, maupun segmen masyarakat lainnya.

 

“Klasifikasi usia dalam Pemilu 2019 ini sebagai bentuk penyampaian informasi kepada masyarakat oleh KPU Kota Singkawang. Hal terpenting adalah bagaimana tingkat partisipasi pemilih ini meningkat. Maka dari itu kami giatkan sosisialisasi, dan kami juga akan menggerakkan basis-basis pemilih yang melibatkan dari unsur masyarakat. Sejak 7-16 Januari 2019, kami membuka pendaftaran Relawan Demokrasi (Relasi), di mana nantinya mereka bergerak menyosialisasikan tentang kepemiluan,” tutup Umar.

Menuju Pilkada Kota Singkawang

KPU Kota Singkawang

KPU KOTA SINGKAWANG