kpu.singkawangkota.go.id

Diterbitkan pada Senin, 08 April 2019 22:37
Ditulis oleh Operator Web KPU

Rabu (13/3/2019), KPU Kota Singkawang hadir dalam giat pemindaian iris mata warga binaan Lapas Klas IIB Singkawang, yang dilaksanakan oleh Disdukcapil Kota Singkawang.

Kegiatan ini atas inisiasi bersama antara KPU, Lapas, Disdukcapil, dan Bawaslu. Tujuannya tidak lain untuk menyukseskan Pemilu 2019. Di mana warga binaan yang identitasnya tidak lengkap, dipindai untuk mengetahui apakah telah melakukan perekaman KTP-el sebelumnya atau belum pernah sama sekali.

Penting bagi kami bahwa setiap WNI termasuk yang ada di Lapas, walaupun dari mana mereka berasal untuk dilindungi hak memilihnya.

Pemilih dalam pemilu kita berbasis administrasi kependudukan. Dengan kata lain, WNI yang memenuhi syarat dan masuk dalam daftar pemilih dibuktikan dengan identitas kependudukan.

Di Lapas, rata-rata warga binaan tidak memiliki atau membawa identitasnya. Inilah tantangan bagi kami, di saat ada warga binaan yang identitasnya sulit untuk diidentifikasi melalui mekanisme kerja penyelenggara, sementara hak pilih mereka harus dilindungi.

Maka dari itu, kami menggandeng instansi terkait untuk melakukan pemindaian. Dari sini kita dapat mengetahui, kalaupun semisal ada warga binaan yang menuliskan namanya dengan nama panggilan sementara identitasnya tidak lengkap, akan diketahui secara jelas identitasnya selama dalam pemindaian teridentifikasi telah melakukan perekaman sebelumnya.

Tidak hanya untuk urusan mengetahui identitas mereka apakah sudah merekam atau belum, tetapi juga untuk kepentingan warga menggunakan hak memilihnya.

Tidak semua yang ada di Lapas beralamat di daerah setempat, tapi juga ada yang berasal dari luar kelurahan, kecamatan, antar kabupate/kota hingga provinsi. Bagi warga Lapas yang elemen datanya sudah lengkap alias identitasnya jelas dan setelah dilakukan pengecekan telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), maka KPU dapat menerbitkan formulir pindah memilih (A.5).

Sementara yang belum terdaftar, masuk dalam kategori daftar pemilih khusus (DPK). Berdasarkan regulasi, pemilih DPK dapat menggunakan hak memilihnya sesuai alamat asal yang tertera di KTP-el.

Kategori: