kpu.singkawangkota.go.id

Kotak Pesan

Email:
Perihal:
Pesan:
Berapa Jumlah Mata Orang Normal?
Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Selasa, 19 Februari 2019 15:16

Umar Faruq (Anggota KPU) membacakan Jumlah Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di Wilayah Kota Singkawang, Minggu (17/02/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang menetapkan jumlah pemilih kategori daftar pemilih tambahan (DPTb) yang masuk ke Singkawang untuk pindah memilih sebanyak 59 pemilih. Sementara untuk pemilih pindah memilih keluar sebanyak 131 pemilih.

Penetapan jumlah pemilih pindah memilih tahap satu ini berdasarkan data di Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih),yang selanjutnya disampaikan KPU ke peserta pemilu dan Bawaslu Singkawang dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan DPTb dalam Pemilu 2019 yang dilaksanakan di Aula KPU Singkawang, Pasiran, Minggu (17/2/2019) siang.

“Pelaksanaan rapat pleno terbuka yang kami laksanakan hari ini merupakan pleno tahap pertama. Untuk tahap kedua akan diilaksanakan setelah pendataan DPTb H-30 sebelum hari pemungutan suara 17 April 2019 nanti,” ujar Ketua KPU Kota Singkawang, Riko.

Penetapan dalam rapat pleno ini, sebelumnya telah dilakukan pendataan pemilih yang pindah memilih berdasarkan SK KPU RI nomor 227 tahun 2019, di mana pendataan dilakukan H-60 sebelum hari pemungutan suara, baik melalui Posko Layanan Pindah Memilih maupun dengan menjemput pendataan ke tempat-tempat yang berpotensi terdapat warga yang ingin pindah memilih.

“Pendataan tahap pertama ini terkait dengan menyesuaikan penyediaan kebutuhan logistik pemungutan suara. Untuk surat suara yang akan didistribusikan ke tiap-tiap TPS nantinya, surat suara untuk pemilih DPT di TPS ditambah pemilih DPTb ditambah 2 persen dari jumlah pemilih di TPS,” terang Riko.

Anggota KPU Kota Singkawang Divisi Data dan Informasi, Umar Faruq menambahkan, daftar pemilih yang pindah memilih tahap satu ini berasal dari berbagai daerah. Tersebar di lima kecamatan dan di 24 kelurahan dari 26 kelurahan yang ada di Singkawang.

“Penyebaran pindah memilih ini berada di 127 TPS. Secara rinci, 59 pemilih yang pindah masuk untuk memilih ke Singkawang, 31 pemilih laki-laki dan 28 pemilih perempuan,” sebutnya.

Sementara itu, untuk kategori pemilih yang pindah memilih ke luar berjumlah 131 pemilih. Umar menjelaskan, pemilih keluar selanjutnya dipilah dalam dua kategori, mereka yang mengurus di daerah asal dan mengurus di daerah tujuan.

Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Kamis, 14 Februari 2019 16:04

SINGKAWANG, KPU Kota Singkawang – Jelang pelaksanaan penyusunan, rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tambahan (DPTb) di tiap tingkatan penyelenggara pemilu dalam waktu dekat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang menggelar rapat koordinasi (rakor) lanjutan penyusunan DPTb bersama PPS dan PPK, Kamis (14/2/2019).

Rakor yang digelar di Kampung Batu Villa & Resto, Kecamatan Singkawang Barat ini, melibatkan seluruh anggota PPS di 26 kelurahan dan ketua PPK di lima kecamatan yang ada.

“Untuk memaksimalkan penyusunan, rekapitulasi dan penetapan DPTb, maka rakor ini kami adakan. Sehingga nantinya mulai dari PPS, PPK hingga KPU, rekap yang disampaikan selaras,” ujar Ketua KPU Kota Singkawang, Riko, didampingi empat anggota KPU Singkawang lainnya.

Penyusunan, rekapitulasi dan penetapan DPTb ini berdasarkan PKPU nomor 32 tahun 2018 dan SK KPU RI nomor 227 tahun 2019. Di mana penyusunan dan rekapitulasi tingkat kelurahan dilaksanakan pada 15 Februari, rekapitulasi tingkat PPK 16 Februari, dan rekapitulasi dan penetapan di tingkat KPU Kota Singkawang dilaksanakan pada 17 Februari 2019.

“Nantinya, salinan DPTb ini akan disampaikan ke Bawaslu, peserta pemilu, dan perangkat pemerintah daerah,” kata Riko.

Anggota KPU Kota Singkawang Divisi Data dan Informasi, Umar Faruq menambahkan, dalam penyusunan, rekapitulasi, dan penetapan nantinya, baik PPS dan KPU sendiri telah melakukan pendataan dan pengurusan pemilih yang ingin pindah memilih.

Data tersebut berasal dari warga Singkawang maupun dari luar Singkawang yang melapor untuk mengurus pindah memilih dengan dikeluarkannya form model A.5-KPU.

“Dalam form rekap, kita akan sampaikan pemilih yang pindah masuk ke Singkawang. Ini rata-rata warga luar daerah, dan sebagian lagi berasal dari Singkawang itu sendiri,” terang Umar.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, penyusunan dan rekap ini dilaksanakan sesuai dengan jadwal rekapitulasi DPTb yang dilakukan paling lambat H-60 sebelum hari pemungutan suara. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan penyediaan kebutuhan logistik pemungutan suara.

“Berdasarkan SK KPU RI nomor 227 tahun 2019, dalam hal setelah H-60 masih terdapat pemilih kategori DPTb, maka dapat dilakukan proses rekapitulasi DPTb sampai dengan H-30 sebelum hari pemungutan suara,” kata Umar.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan PKPU nomor 37 tahun 2018 pasal 36 ayat (4), pemilih yang terdaftar dalam DPTb dapat menggunakan haknya untuk memilih calon anggota DPR apabila pindah memilih ke daerah kabupaten/kota lain dalam satu daerah provinsi dan di dapilnya; calon anggota DPD apabila pindah memilih ke daerah kabupaten/kota lain dalam satu daerah provinsi; pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden apabila pindah memilih ke daerah provinsi lain atau pindah memilih ke suatu negara; calon anggota DPRD Provinsi apabila pindah memilih ke daerah kabupaten/kota lain dalam satu daerah provinsi dan di dapilnya; dan/atau calon anggota DPRD Kabupaten/Kota apabila pindah memilih ke kecamatan lain dalam satu daerah kabupaten/kota dan di dapilnya. (*)

Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Kamis, 14 Februari 2019 15:57

SINGKAWANG, KPU Kota Singkawang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Singkawang menggelar media gathering bersama sejumlah awak media mainstream di Restoran Ayam Ulekan, Singkawang Tengah, Jumat (8/2/2019) siang. Acara tersebut mengusung tema “Ngobrol Pemilu (Ngopi) Bersama Wartawan.”

Ketua KPU Singkawang, Riko menyampaikan terkait logistik Pemilu 2019 yang telah diterima oleh pihak KPU. Adapun barang logistik yang sudah diterima, antara lain bilik suara, kotak suara, tinta, sampul, segel, dan lain sebagainya.

“Bilik suara yang sudah kami terima sebanyak 2.056, masih kurang 256. Kotak suara 3.100, masih kurang 265. Untuk tinta sudah diterima sebanyak 1.266, kurang 80 botol,” sebutnya.

Berkenaan dengan kekurangan barang logistik, Riko mengungkapkan, akan terpenuhi dalam waktu dekat.

“Insyaallah dalam waktu dekat sudah bisa terpenuhi semuanya. Bulan Maret, kekurangan logistik kemungkinan sudah akan dikirim,” ujarnya.

Adapun barang logistik lain yang sudah diterima KPU, yakni sampul midel C3, C6, dan A5, sampul anak kunci, sampul model D dan C6 yang tidak terdistribusikan, sampul kubus tempat anak kunci, plastik pembungkus kota sara, dan sampul model DB.

Sejak awal Februari, pihak KPU Singkawang sudah memulai proses merangkai kotak suara. Dari jumlah yang ada, seluruh kotak suara sudah rampung dirangkai. Selain ditempatkan di gudang, sebagian lagi disimpan di Kantor KPU Singkawang.

“Kami juga sudah memulai menyiapkan barang logistik lainnya. Seperti tanda pengenal KPPS yang dibungkus dengan plastik, dan lain sebagainya,” kata Riko.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Anggota KPU Singkawang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Khairul Abror menyampaikan apresiasi pihak KPU kepada insan media. Di mana tepat pada tanggal 9 Februari sebagai peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

“Kami KPU Kota Singkawang menyampaikan selamat kepada seluruh insan media di mana tanggal 9 Februari sebagai peringatan Hari Pers Nasional. Semoga momentum ini semakin meningkatkan kerja-kerja awak media dalam menyampaikan informasi dan pemberitaan yang bermanfaat bagi publik,” ujarnya.

Sebagai salah satu pilar demokrasi, menurut Abror, media massa dalam pemilu dan demokrasi adalah bagian penting. Berbagai berita yang disampaikan adalah andil pers dalam pencerdasan masyarakat dalam menerima informasi.

“Bahkan berita-berita yang disampaikan rekan-rekan media saat ini sangat membantu dalam menangkal informasi-informasi hoaks yang saat ini menjadi masalah kita bersama. Begitu juga tentang kepemiluan. Awak media sangat membantu kami sebagai penyelenggara untuk menyampailkan kepada publik,” tuturnya. (*)

Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Kamis, 14 Februari 2019 16:02

SINGKAWANG, KPU Kota Singkawang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang menggelar sosialisasi pindah memilih dalam Pemilu 2019 kepada peserta pemilu yang terdiri dari pengurus parpol, tim sukses capres-cawapres, LO calon anggota DPD RI, dan Relawan Demokrasi (Relasi), Senin (11/2/2019) pagi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Batu Villa & Resto Singkawang Barat ini, bertujuan agar multipihak dapat memahami dalam pengurusan pindah memilih bagi pemilih yang tidak bisa menggunakan hak memilihnya di TPS asal pada saat hari pencoblosan 17 April mendatang.

“Sehingga nantinya, hasil dari sosialisasi ini bisa disampaikan oleh peserta sosialisasi apabila ada warga yang ingin tahu tata cara pindah memilih bertanya kepada yang bersangkutan. Tentu saja ini adalah peran kita bersama dalam melindungi hak memilih warga di manapun ia berada,” ujar Ketua KPU Kota Singkawang, Riko.

Berdasarkan Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu pasal 348 ayat (1), pemilih yang berhak mengikuti pemungutan suara di TPS, salah satunya pemilik KTP-el yang terdaftar pada daftar pemilih tambahan (DPTb).

Kata Riko, pemilih DPTb ini kategorinya apabila ia dalam kondisi atau keadaan tertentu tidak bisa memilih di TPS asal sehingga harus menggunakan hak memilihnya di TPS lain. Namun untuk bisa pindah memilih, ia harus terdaftar di dalam daftar pemilih tetap (DPT).

“Sesuai dengan PKPU nomor 37 tahun 2018 tentang Perubahan atas PKPU 11/2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri, daftar pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain,” terangnya.

“Alasan pindah memilih, karena menjalankan tugas pada saat pemungutan suara; menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi; penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/panti rehabilitasi; menjalani rehabilitasi narkoba; menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga permasyarakatan, atau terpidana yang sedang menjalani hukuman penjara atau kurungan; tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi; pindah domisili; tertimpa bencana alam; dan/atau bekerja di luar domisilinya,” timpal Riko menyebutkan sembilan alasan untuk pindah memilih.

Anggota KPU Kota Singkawang Divisi Data dan Informasi, Umar Faruq menambahkan, bagi warga luar yang pada hari pencoblosan berada di Singkawang bisa mengurus pindah memilih langsung ke Kantor KPU Kota Singkawang di Jalan Dr. Sutomo, Pasiran.

“Dalam hal Pemilih tidak dapat menempuh prosedur yakni mengurus di KPU atau PPS asalnya, pemilih dapat melapor ke KPU kabupaten/kota tujuan untuk mendapatkan formulir model A.5-KPU dengan menunjukkan KTP-el atau surat keterangan,” ujarnya.

Dalam hal melapor ke KPU kabupaten/kota tujuan, Umar menjelaskan, secara nasional paling lambat 30 hari sebelum pemungutan.

“Namun untuk pendataan yang selanjutnya akan dilakukan rekap dan penetapan, pengurusan DPTb ini paling lambat H-60 sebelum hari pemungutan suara. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan penyediaan kebutuhan logistik pemungutan suara,” katanya.

“Dalam hal setelah H-60 masih terdapat pemilih kategori DPTb, maka dapat dilakukan proses rekapitulasi DPTb sampai dengan H-30 sebelum hari pemungutan suara,” jelas Umar.

Berdasarkan PKPU nomor 37 tahun 2018 pasal 36 ayat (4), pemilih yang terdaftar dalam DPTb dapat menggunakan haknya untuk memilih calon anggota DPR apabila pindah memilih ke daerah kabupaten/kota lain dalam satu daerah provinsi dan di dapilnya; calon anggota DPD apabila pindah memilih ke daerah kabupaten/kota lain dalam satu daerah provinsi; pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden apabila pindah memilih ke daerah provinsi lain atau pindah memilih ke suatu negara; calon anggota DPRD Provinsi apabila pindah memilih ke daerah kabupaten/kota lain dalam satu daerah provinsi dan di dapilnya; dan/atau calon anggota DPRD Kabupaten/Kota apabila pindah memilih ke kecamatan lain dalam satu daerah kabupaten/kota dan di dapilnya. (*)

Ditulis oleh Operator Web KPU
Diterbitkan pada Kamis, 14 Februari 2019 15:52

SINGKAWANG, KPU Kota Singkawang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang melakukan pendataan terhadap warga yang ingin mengurus pindah memilih dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) sekaligus sosialisasi kepemiluan di tiga tempat di Kecamatan Singkawang Timur, Sabtu (9/2/2019).

Tempat tersebut yakni SMU Seminari St. Paulus dan perusahaan ternak PT Satwa Borneo Jaya (SBJ)  Breeding Farm (Sujaya Grup) yang berada di Kelurahan Nyarumkop. Dan Gereja Katolik St. Padre Pio, Biara Novisiat Kapusin, Gunung Poteng, Kelurahan Pajintan.

Dalam kesempatan sosialisasi di SMU Seminari St. Paulus, Anggota KPU Singkawang Divisi Data dan Informasi, Umar Faruq menyampaikan, bahwa semua warga negara Indonesia (WNI) yang memenuhi syarat sebagai pemilih dalam Pemilu 2019 akan dilindungi hak memilihnya. Kendati pemilih tersebut bukan dari warga setempat.

“Ya (dilindungi). Misalkan ada siswa di SMU ini, usianya genap 17 tahun, walaupun bukan berasal dari Singkawang Timur, dan pada saat hari H pencoblosan nanti tidak bisa pulang ke daerah asalnya, yang penting sudah terdaftar dalam DPT asal, maka dia tetap bisa menggunakan hak memilihnya di Singkawang Timur di TPS terdekat dengan membawa form A.5 atau pindah memilih,” ujar Umar.

Dalam pendataan, anggota KPU Singkawang didampingi operator data, anggota PPS dan PPK setempat. Untuk pengurusan pindah memilih tersebut, terlebih dahulu KPU mengecek KTP-el warga yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih, baik melalui aplikasi KPU RI PEMILU 2019 maupun lewat laman lindungihakpilihmu.kpu.go.id, untuk memastikan apakah yang bersangkutan sudah terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT).

“KPU baru bisa mengeluarkan form pindah memilih apabila yang bersangkutan sudah terdaftar di DPT. Form A.5 yang sudah berstempel, baik dari KPU atau PPS tujuan inilah yang nanti dibawa oleh pemilih ke TPS di hari H,” kata Umar.

Di SMU St. Paulus, KPU Singkawang menerima 161 data siswa kelas 11 dan 12 yang selanjutnya akan didata apakah sudah terdaftar di dalam DPT, dan sembilan mahasiswa yang menempuh pendidikan selama setahun atau tamong di persekolahan Katolik tersebut. Di PT SBJ ada belasan orang yang meliputi pegawai yang berasal dari luar Singkawang, dan delapan biarawan di Biara Novisiat Kapusin.

“Nanti akan ada pendataan kembali di persekolahan Katolik, khususnya untuk para suster. Dan di biara, masih ada biarawan yang belum terdata karena informasinya sedang ke sekolah-sekolah pada saat kami datang ke sana,” ucap Umar.

Sebelumnya, KPU Singkawang juga telah melakukan pendataan keepada warga yang ingin mengurus pindah memilih ke lembaga-lembaga pendidikan dan perkantoran. Di antaranya Madrasah Aliyah Ushuludin, SMA Yasti, dan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Singkawang. (*)

Menuju Pilkada Kota Singkawang

KPU Kota Singkawang

KPU KOTA SINGKAWANG