kpu.singkawangkota.go.id

"Wujudkan PEMILU Yang LUBER dan JURDIL"

Login Form

Kotak Pesan

Email:
Perihal:
Pesan:
Berapa Jumlah Mata Orang Normal?

SINGKAWANG, kpu.singkawangkota.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang menggelar sosialisasi pendataan daftar pemilih tambahan (DPTb) dalam Pemilu 2019 di Kampung Batu Villa & Resto, Singkawang Barat, Jumat (14/12/2018) siang.

Kegiatan ini dihadiri dari berbagai instansi yang ada di wilayah Kota Singkawang. Di antaranya pihak perbankan, Kesbangpol, dan lain sebagainya. Hadir pula Ketua Bawaslu Kota Singkawang, Zulita.

Ketua KPU Kota Singkawang, Riko, mengatakan, sosialisasi pendataan DPTb merupakan bagian dari tahapan pemutakhiran daftar pemilih tetap (DPT).

“Pemutakhiran daftar pemilih ini bagian dari tahapan Pemilu 2019. Pemilih DPTb ini memberikan hak kepada WNI yang sudah terdaftar dalam DPT untuk bisa memilih di TPS lain,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) nomor 32 tahun 2018 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pemilu tahun 2019, jadwal DPTb dimulai pada 28 Agustus 2018 sampai dengan 18 Maret 2019.

Penyusunan DPTb oleh PPS dimulai pada 28 Agustus 2018 sampai 18 Maret 2019. Rekapitulasi di tingkat PPK pada 4-9 Maret 2019.

“Rekapitulasi dan penetapan DPTb oleh KPU kabupaten/kota pada 10-12 Maret 2019. Untuk penyusunan DPTb di PPS dan KPPS, nanti di tanggal 17-18 Maret 2019,” terang Riko.

Selanjutnya, setelah direkap di tingkat KPU provinsi dan hasilnya disampaikan ke KPU RI, DPTb kemudian diumumkan. Pengumuman dilaksanakan pada 19 Maret sampai 17 April 2019.

Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Kota Singkawang, Umar Faruq, menuturkan, berdasarkan PKPU nomor 11 tahun 2018 tentang penyusunan daftar pemilih di dalam negeri dalam penyelenggaraan pemilu, DPTb adalah pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu, pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar.

“Kalau ada pemilih yang ingin pindah memilih, maka yang bersangkutan mengurusnya di PPS atau KPU asal pemilih. Semisal warga Bengkayang dia ingin pindah memilih di Singkawang, dia bisa mengurus kepindahannya di daerah asal, kami di KPU Singkawang akan terlebih dahulu memastikan yang bersangkutan sudah terdaftar di DPT asal, lalu kami berikan formulir model A.5-KPU, surat pemberitahuan pindah memilih,” terangnya.

Untuk dapat dimasukkan ke dalam DPTb, pemilih harus menunjukkan KTP-el atau surat keterangan dan salinan bukti telah terdaftar sebagai pemilih dalam DPT. Untuk mendapatkan surat pemberitahuan pindah memilih ini, bisa diurus paling lambat 30 hari sebelum hari pemungutan suara di 17 April 2019 mendatang.

“Tapi apabila yang bersangkutan tidak bisa menempuh pengurusan di daerah asal karena mungkin faktor jarak tempuh atau kesibukan yang tidak bisa ditinggal, pemilih bisa langsung datang ke KPU setempat, kalau dia asal Bengkayang tapi bekerja di Singkawang, mengurusnya bisa langsung ke KPU Singkawang,” jelas Umar.

Lebih lanjut, berkenaan dengan keadaan tertentu sehingga tidak bisa memilih di TPS asal, di antaranya bisa dikarenakan yang bersangkutan menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain pada hari pemungutan suara. Menjalani rawat inap di rumas sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi. Penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/panti rehabilitasi. Menjalani rehabilitasi narkoba, menjadi tahanan di rutan atau lapas, tugas belajar, dan atau tertimpa bencana alam.

“Untuk rawat inap di rumah sakit atau puskesmas, keluarga yang mendampingi dapat mendaftar dalam DPTb,” kata Umar.

Anggota KPU Kota Singkawang, Khairul Abror, menambahkan, bahwa untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 merupakan tanggungjawab semua pihak.

“Maka dari itu, setiap pihak diharapkan partisipasinya untuk mengajak masyarakat lain agar dating ke TPS untuk memberikan hak pilihnya di hari pemungutan suara tanggal 17 April 2019,” ucapnya.

Lebih dari itu, kata komisioner yang membidangi sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM, selain meningkatkan partisipasi, hal terpenting adalah seluruh pemilih harus berdaulat dalam menggunakan hak pilihnya

“Dalam arti tidak diintervensi oleh kekuasaan atau pihak luar, maupun money politic,” tutur Abror. (*)

SINGKAWANG, kpu.singkawangkota.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap hasil perbaikan kedua (DPTHP-2) dalam Pemilu 2019 di Swiss Belinn, Singkawang, Senin (10/12/2018) pagi.

Penetapan DPTHP-2 Kota Singkawang sebanyak 160.753 pemilih. Dengan pemilih laki-laki 80.921 dan pemilih perempuan 79.832. “Tersebar di 5 kecamatan, 26 kelurahan, di 673 TPS,” ujar Riko, Ketua KPU Kota Singkawang.

Rapat pleno terbuka dihadiri Bawaslu, Disdukcapil, partai politik peserta pemilu, ketua PPS dan PPK se-Kota Singkawang. Riko memaparkan, rapat pleno terbuka ini berdasarkan surat edaran KPU RI Nomor 1429/PL.02.1-SD/01/KPU/XI/2018 pada 21 November lalu.

“Perihalnya, perpanjangan masa kerja penyempurnaan DPTHP selama 30 hari atas rekomendasi Bawaslu dan masukan partai politik peserta pemilu,” terangnya.

Penyempurnaan DPTHP-2 dengan pemilih sebanyak 160.753 merupakan hasil perbaikan dari jumlah DPTHP-2 yang sebelumnya dilaksanakan pada 12 November 2018 lalu. Sebagaimana diketahui penetapan DPTHP-2 yang pertama, jumlah pemilih sebanyak 162.537 pemilih.

“Penyempurnaan DPTHP-2 ini merupakan hasil pencermatan dan koordinasi bersama dengan Disdukcapil dan rekomendasi Bawaslu serta tanggapan partai politik peserta pemilu dan masyarakat,” kata Riko.

“Jumlah daftar pemilih berkurang yang tersebar di seluruh kecamatan. Selain itu dalam DPTHP-2 ini, ada penambahan TPS. Dari yang sebelumnya 672 menjadi 673 TPS. Tambahan satu TPS ini ada di RSJ,” timpalnya.

Lebih lanjut Riko menjelaskan, terkait TPS yang ada di RSJ ini berdasarkan surat edaran dari KPU RI. Pembentukan TPS di RSJ sebagai keseriusan KPU Singkawang dalam melindungi hak pilih warga negara.

“Jadi dalam poin 4 di surat edaran itu disebutkan, guna menjamin hak pilih bagi pemilih yang berada di RSJ, KPU dapat membentuk TPS. Nah, di RSJ ini ada 200-an yang rekomendasikan pihak rumah sakit untuk menggunakan hak pilihnya,” tutur Riko. (*)

Menuju Pilkada Kota Singkawang

KPU Kota Singkawang

KPU KOTA SINGKAWANG